Workshop Penguatan Kelembagaan BKK Bersama Dinas Tenaga Kerja Kab. Tasikmalaya






Workshop Penguatan Kelembagaan BKK di SMKN Karangjaya diadakan pada tanggal 31 Juli 2024 yang dihadiri oleh Kabid Ketenagakerjaan Kab. Tasikmalaya yakni Ibu Hj. Wiwin Winangsih, Am.Keb, SKM, M.MRS dan Bapak H. Aa Ahmad Riswandi, S.Pi, M.P sebagai Analis Tenaga Kerja di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Sau Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya.
Menjadi narasumber pada kegiatan ini, Ibu Kabid Ketenagakerjaan menyampaikan poin-poin terkait dengan kebijakan dan kondisi ketenagakerjaan khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Beliau menyampaikan terkait berbagai pemasalahan dan solusi yang diupayakan pemerintah. Saat ini persaingan pasar kerja sangat ketat. Rendahnya mutu SDM dan rendahnya link and match menjadi salah satu penyebab tidak terserapnya lulusan baik dalam negeri maupun luar negeri. Padahal kesempatan dan lowongan kerja selalu ada.
Di sinilah dibutuhkan sinergitas antara sekolah dengan dunia kerja atau industri. Sekolah harus menyiapkan calon lulusan yang memang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Perlu ada penyelarasan antara sekolah dan industri serta menguatkan link and match. Begitu kira-kira kesimpulan yang disampaikan oleh bu Kabid Ketenagakerjaan pada acara ini.
Bapak H. Aa Ahmad Riswandi, S.Pi, M.P juga memberikan penguatan dalam paparannya terkait data Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Jawa Bara hingga Februari tahun 2024. Terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 692.000 orang sepanjang periode Februari 2023 – Februari 2024. Namun TPT dari tamatan SMK masih merupakan yang paling tinggi dibanding tamatan jenjang pendidikan lainnya. Yaitu sebesar 12,33% Beliau juga menyinggung tentang tracer study yang mungkin menjadi kelemahan sekolah dan juga pemerintah dalam menelusuri status lulusan. Karena nyatanya banyak lulusan SMK yang memilih berwirausaha dan itu tidak terdata.
BKK memiliki peran penting di sekolah sebagai mitra dinas ketenagakerjaan sebagai penyalur tenaga kerja. Perlu pengelolaan yang baik dan serius untuk bersama mengatasi tingkat pengangguran terbuka khususnya di Jawa Barat. Begitu yang disampaikan Bapak H. Aa Ahmad Riswandi, S.Pi, M.P sebelum menutup paparannya. Beliau juga berpesan agar sekolah dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Tracer Study yang dilaksanakan hingga 30 Oktober 2024 nanti.






Author: SMKN KARANGJAYA
Cerdas - Bekerja - Berwirausaha